السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ Blog ini berisi postingan apa saja, insyaAllah bermanfaat, Amin وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ
Tentang Saya
Minggu, 06 Mei 2012
Jumat, 04 Mei 2012
Teka - teki
kata orang kakakku mirip Morgan,, ternyata morgan adalah tuMor Ganas ( ゚▽゚)/コンバンハ
Nabi apa yang kembar?
Na… biji elo!
Na… biji elo!
Kenapa anak kodok sukanya loncat-loncat?
Namanya juga anak-anak, suka iseng loncat-loncat
Namanya juga anak-anak, suka iseng loncat-loncat
70 hal apa saja yang disenangi wanita?
1 belanja, yang lainnya… 69
1 belanja, yang lainnya… 69
Kenapa ayam kalo berkokok matanya merem?
Udah hafal teks-nya
Udah hafal teks-nya
Majalah apa yang paling mahal?
Bobo ama Gadis
Bobo ama Gadis
Apa perbedaan antara apel dan upil?
Kalau apel di taruh di atas meja, kalau upil dioles di bawah meja
Kalau apel di taruh di atas meja, kalau upil dioles di bawah meja
CERITA EUYY !!
PUJIAN YANG KAU DENGAR
3 orang sahabat mengalami kecelakaan setelah merayakan pesta bujangan salah seorang diantara mereka. Rupanya minuman yang terlalu banyak membuat mereka mabuk dan tak mampu berkendaraan dengan baik. Untung bagi mereka, semuanya masuk surga lantaran telah menjalani hidupnya dengan baik. Di pintu surga mereka ditanyai seorang malaikat : ” Kalau Kalian bisa mendengar komentar orang-orang yang melayat, apa yang ingin Kalian dengar ? ”Pemuda I : ” Saya ingin dipuji sebagai dokter sekaligus Ayah yang baik selama hidup Saya.”Pemuda II : ” Kalau Saya ingin mendengar mereka berkata betapa Saya telah menjadi guru yang baik dan memberikan pengajaran yang baik untuk masa depan murid-murid. ”Malaikat : ” Kamu bagaimana kok diam saja “, tanya malaikat kepadaSi Pemuda yang seharusnya menikah esok lusa.Pemuda III : ” Saya tak ingin dipuji, Saya hanya ingin mereka berkata“wow lihat dia akhirnya bergerak”
GUE UDAH TAU
Ada anak baru (AB) dan anak lama (AL) sedang mengobrol saat pelajaran Fisika.
AL: “Eh lu anak baru ya?”
AB: “Iya..”
AL: “Hati-hati lu sama guru Fisika, kalau salah sedikit bisa di gampar”
AB: “Ooh… gue udah tahu”
AL: “Iya, gurunya udah jelek, gembel gitu mukanya, mana miskin lagi!”
AB: “Ooh…gue udah tahu”
AL: “Pokoknya ntar kalau pulang kita kerjain yuk! kita siram pake air got, kalau perlu kita gebukin tuh guru jelek! Eh ngomong-ngomong kok lu dari tadi bilang kalo lu udah tau sih?”
AB: “Gue anaknya!!”
AL: “Eh lu anak baru ya?”
AB: “Iya..”
AL: “Hati-hati lu sama guru Fisika, kalau salah sedikit bisa di gampar”
AB: “Ooh… gue udah tahu”
AL: “Iya, gurunya udah jelek, gembel gitu mukanya, mana miskin lagi!”
AB: “Ooh…gue udah tahu”
AL: “Pokoknya ntar kalau pulang kita kerjain yuk! kita siram pake air got, kalau perlu kita gebukin tuh guru jelek! Eh ngomong-ngomong kok lu dari tadi bilang kalo lu udah tau sih?”
AB: “Gue anaknya!!”
3 PROFESOR & 3 PENEMUAN
3 orang professor masing2 dari AS,Jerman dan Indonesia mengadakan conferensi teknologi di Bali,masing2 mereka menceritakan hasil penelitian terbaru mereka :
AS : Di negara saya Pesawat terbang udah dapat mencapai ketinggian sama dengan matahari
Jer & INDO : AH…Masaa..???
AS : Hee..hee di bawah-bawah itu sedikit..
Jer & Indo : OOOO…..Gitu..mmmmm
Jerman : Dinegara saya mobil udah bisa lari dengan kecapatan 100 Km/Mnt
AS & Indo : Hahh..masa’ ..iya..?????
Jerman : Hee..di bawah- bawah itu sedikit..
As & Indo : OOO..hmmmm..Iya..ya.
Indonesia : Di indonesia seorang wanita dapat melahirkan dari Lobang pusarnya…
AS & Jer : Hahh..Gile..yang Benar..!!!
Indonesia : emmm..di bawah – bawah itu sedikit…
AS : Di negara saya Pesawat terbang udah dapat mencapai ketinggian sama dengan matahari
Jer & INDO : AH…Masaa..???
AS : Hee..hee di bawah-bawah itu sedikit..
Jer & Indo : OOOO…..Gitu..mmmmm
Jerman : Dinegara saya mobil udah bisa lari dengan kecapatan 100 Km/Mnt
AS & Indo : Hahh..masa’ ..iya..?????
Jerman : Hee..di bawah- bawah itu sedikit..
As & Indo : OOO..hmmmm..Iya..ya.
Indonesia : Di indonesia seorang wanita dapat melahirkan dari Lobang pusarnya…
AS & Jer : Hahh..Gile..yang Benar..!!!
Indonesia : emmm..di bawah – bawah itu sedikit…
BUKU HOROR BIS MALAM PENASARAN
Ruben sedang menempuh perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan menggunakan bis malam. Di tengah perjalanan, saat bis tersebut berhenti di sebuah terminal, seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku bacaan pada semua penumpang. Sesampainya di kursi Ruben:
“Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain”, ujar sang kakek.
Ruben yang kebetulan sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku misteri atau horor gak kek?”
“Oh suka cerita horor yah?”, jawab si kakek. “Kebetulan sisa satu. Pas lagi ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘Bis Malam Penasaran’. Serem banget pokoknya.”
“Boleh juga tuh. Berapa harganya?”
“Seratus lima puluh ribu, nak”
“Walah, mahal bener harganya, kek”.
“Ya namanya juga buku bagus. Best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya sampe syok loh waktu baca endingnya”, si kakek berpromosi ala sales panci.
Ruben pun akhirnya mengalah. Uang seratus lima puluh ribu berpindah tangan. Entah kenapa, tepat pada saat ia menyerahkan uang tersebut ke kakek tua, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa mulai bertiup kencang. Si kakek buru-buru melangkah turun ke bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke arah Ruben.
“Nak”, ujarnya lirih, “apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.”
Jantung Ruben berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga akhirnya si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan. Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam, Ruben selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya. Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan. Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh yang menggelegar. Sejenak Ruben melihat berkeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya terasa merinding.
“Baca halaman terakhirnya gak yah?”, pikir Ruben bimbang. Antara penasaran dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”
Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara perlahan… Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Ruben membaca huruf demi huruf yang tercantum:
Bis Malam Penasaran
Terbitan CV. Buku Horror Garing
Harga Pas: Rp 15.000,-
“Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain”, ujar sang kakek.
Ruben yang kebetulan sedang tidak bisa tidur pun tertarik. “Ada buku misteri atau horor gak kek?”
“Oh suka cerita horor yah?”, jawab si kakek. “Kebetulan sisa satu. Pas lagi ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘Bis Malam Penasaran’. Serem banget pokoknya.”
“Boleh juga tuh. Berapa harganya?”
“Seratus lima puluh ribu, nak”
“Walah, mahal bener harganya, kek”.
“Ya namanya juga buku bagus. Best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya sampe syok loh waktu baca endingnya”, si kakek berpromosi ala sales panci.
Ruben pun akhirnya mengalah. Uang seratus lima puluh ribu berpindah tangan. Entah kenapa, tepat pada saat ia menyerahkan uang tersebut ke kakek tua, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar. Angin pun terasa mulai bertiup kencang. Si kakek buru-buru melangkah turun ke bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke arah Ruben.
“Nak”, ujarnya lirih, “apa pun yang terjadi, harap jangan buka halaman terakhir ya. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.”
Jantung Ruben berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga akhirnya si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan. Singkat cerita, dua jam kemudian, sekitar pukul satu malam, Ruben selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir tentunya. Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek penjual, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan. Di luar bis yang melaju kencang, hujan turun dengan derasnya. Kilat menyambar bergantian dan terkadang terdengar suara guruh yang menggelegar. Sejenak Ruben melihat berkeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya terasa merinding.
“Baca halaman terakhirnya gak yah?”, pikir Ruben bimbang. Antara penasaran dengan rasa takut berbaur menjadi satu. Di luar jendela malam tampak makin gelap. “Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”
Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir dari buku tersebut secara perlahan… Dan akhirnya tampak sebuah lembaran kosong dengan sepotong label di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Ruben membaca huruf demi huruf yang tercantum:
Bis Malam Penasaran
Terbitan CV. Buku Horror Garing
Harga Pas: Rp 15.000,-
Langganan:
Komentar (Atom)