Free Tail- Heart 1 Cursors at www.totallyfreecursors.com
SELAMAT DATANG DI FITRIAZZAH.BLOGSPOT.COM
Happy 안녕하세요: Sebab Orang Terkejut Bisa Langsung Mati ☉_☉

Minggu, 21 Oktober 2012

Sebab Orang Terkejut Bisa Langsung Mati ☉_☉

          Banyak orang di dunia ini yang menyukai berbagai kejutan, dari kejutan itu berharap akan ada KEBAHAGIAAN yang tiada disangka. Kejutan-kejutan kecil dalam hidup terkadang menyenangkan, itulah sebabnya banyak orang menyukai kejutan. Namun jangan dikira bahwa maksud baik dari kejutan tersebut akan berefek baik pula, karena dari kejutan itu juga bisa berakibat fatal.
          Apalagi jika terkejut sampai kaget & membuat orang MENINGGAL, itu adalah musibah yang memilukan. Hal ini memang tidak akan terjadi pada semua orang tetapi jelas perlu diwaspadai. Ada beberapa orang yang memiliki kelainan ini. Oleh para ilmuwan, kondisi kaget yang dapat memicu kematian ini disebut HYPEREKPLEXIA. Jadi terkejutpun bisa membuat orang MENINGGAL DUNIA. 
         Umumnya rasa kaget itu muncul karena orang tersebut tidak siap & mengalami sesuatu atau mendengar suara keras secara mendadak, sehingga tubuh menjadi kaget. Setiap orang memiliki respon kaget yang berbeda-beda tergantung pada batas toleransinya. Ketika kaget biasanya disertai dengan tanda-tanda fisik lainnya seperti jantung berdebar-debar, detak jantung yang lebih keras dan cepat serta kadang napas yang pendek tapi cepat (berburu).
          Baru-baru ini. para peneliti Inggris telah menemukan gen penyebab munculnya kelainan yang disebut penyakit kaget atau lebih resmi disebut HYPEREKPLEXIA. Penderita penyakit ini memiliki refleks kaget yang berlebihan ketika menanggapi suara dan sentuhan. Respon kaget akan diikuti dengan kekakuan otot yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan kematian mendadak. 
          Penyakit aneh ini disebabkan oleh mutasi genetik ganda sehingga menyebabkan sel saraf tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Secara khusus, mutasi ini mempengaruhi proses pemindahan suatu molekul yang disebut GLISIN untuk dipindahkan antar sel. 
          Glisin mengirimkan sinyal pengahambat yang mengurangi respon terhadap suara, kebisingan & sentuhan. Pada penderita penyakit kaget, sinyal-sinyal penghambatan ini tidak berjalan. Akibatnya, stimulus justru diperkuat & berakibat bahaya.
          Dalam laporan penelitian yang dimuat Journal pf Biological Chemistry, para ilmuwan di University College London dan Swansea University di Wales menganalisis informasi dari 93 orang pasien penyakit kaget di seluruh dunia. 
          Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi 19 mutasi genetik baru penyusun protein GlyT2 yang bertanggung jawab untuk menyangkut glisin ke dalam sel. Peneliti juga menemukan bahwa mutasi pada GlyT2 merupakan penyebab utama 8 kasus penyakit kaget di Inggris dan Spanyol.
          Peneliti menjelaskan bahwa kelainan ini sudah ada sejak bayi lahir. Pada bayi, penyakit ini mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Gejala ini biasanya berkurang setelah setahun pertama & umumnya bayi dapat bertahan sampai dewasa. Alasannya karena bayi ataupun orang dewasa tidak memiliki system perangkat keseimbangan tubuh yang kuat seperti manusia biasa.* 

Tidak ada komentar: